RIDHMEDIA - Presiden Republik Indonesia Ke-5 Megawati Soekarnoputri mencurahkan isi hatinya tentang banyak masyarakat yang seolah lupa jika dirinya pernah menjabat sebagai presiden.
Dilansir dari Wowkeren.com, Senin (23/12/2019), ibu dari Ketua DPR Puan Maharani ini juga mengaku dirinya merasa sering kesepian lantaran minimnya wanita-wanita yang mengikuti jejaknya untuk terjun di dunia politik.
Curhatan Megawati ini diungkapkan saat ia menyinggung perannya dalam menunjuk Menteri Keuangan Sri Mulyani yang layak dipilih. Kala itu, banyak pihak yang mempertanyakan penunjukan Sri Mulyani sebagai menteri lantaran bukan sosok pria.
Namun karena Megawati mengetahui kemampuan besar Sri Mulyani dalam bidang ekonomi, ia lantas mempercayakan jabatan tersebut. Megawati menegaskan jika terpilihnya Sri Mulyani benar-benar karena bakat dan kemampuan bukan karena faktor teman, saudara maupun nepotisme.
"Boleh tanya ke Bu Ani (Sri Mulyani), susah nggak jadi menteri. Banyak laki yang nggak pengin jadi Menkeu," cerita Megawati di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta.
"Kalau seperti Mbak Ani, saya ditanya presiden, kalau menurut ibu, siapakah gerangan yang pantas menjadi Menkeu. Ibu Ani."
"Kenapa? Lho saya tahu profesionalitas dia, bukan karena teman, karena saudara, tidak. Karena saya tahu bukan namanya nepotisme," sambungnya. "Saya katakan dengan benar, itu sebaiknya dipilih."
Megawati lantas mengingatkan jika dirinya pernah menjadi Presiden RI. Tak sampai disitu, ia juga mengingatkan para hadirin bahwa dirinya berhasil menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia.
Putri dari Presiden pertama RI Soekarno ini menyayangkan banyak pihak yang cenderung menganggap sebelah mata kaum wanita. Ia juga merasa banyak kaum wanita yang melupakan pencapaiannya besarnya sebagai Presiden Indonesia wanita.
"Karena apa? Saya pernah presiden loh. Jangan lupa loh. Oh banyak yang lupa," ungkap Megawati. "Banyak kaum perempuan yang lupa kalau saya presiden. Aneh."
Karena itu, Ketua Umum PDIP ini memiliki harapan besar jika kesuksesannya sebagai Presiden Indonesia dapat menjadi inspirasi dan motivasi yang besar bagi kaum wanita di Tanah Air. Terlebih, hingga saat ini ia masih melihat banyak perempuan yang terlihat enggan masuk ke ranah politik.[ljc]
Dilansir dari Wowkeren.com, Senin (23/12/2019), ibu dari Ketua DPR Puan Maharani ini juga mengaku dirinya merasa sering kesepian lantaran minimnya wanita-wanita yang mengikuti jejaknya untuk terjun di dunia politik.
Curhatan Megawati ini diungkapkan saat ia menyinggung perannya dalam menunjuk Menteri Keuangan Sri Mulyani yang layak dipilih. Kala itu, banyak pihak yang mempertanyakan penunjukan Sri Mulyani sebagai menteri lantaran bukan sosok pria.
Namun karena Megawati mengetahui kemampuan besar Sri Mulyani dalam bidang ekonomi, ia lantas mempercayakan jabatan tersebut. Megawati menegaskan jika terpilihnya Sri Mulyani benar-benar karena bakat dan kemampuan bukan karena faktor teman, saudara maupun nepotisme.
"Boleh tanya ke Bu Ani (Sri Mulyani), susah nggak jadi menteri. Banyak laki yang nggak pengin jadi Menkeu," cerita Megawati di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta.
"Kalau seperti Mbak Ani, saya ditanya presiden, kalau menurut ibu, siapakah gerangan yang pantas menjadi Menkeu. Ibu Ani."
"Kenapa? Lho saya tahu profesionalitas dia, bukan karena teman, karena saudara, tidak. Karena saya tahu bukan namanya nepotisme," sambungnya. "Saya katakan dengan benar, itu sebaiknya dipilih."
Megawati lantas mengingatkan jika dirinya pernah menjadi Presiden RI. Tak sampai disitu, ia juga mengingatkan para hadirin bahwa dirinya berhasil menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia.
Putri dari Presiden pertama RI Soekarno ini menyayangkan banyak pihak yang cenderung menganggap sebelah mata kaum wanita. Ia juga merasa banyak kaum wanita yang melupakan pencapaiannya besarnya sebagai Presiden Indonesia wanita.
"Karena apa? Saya pernah presiden loh. Jangan lupa loh. Oh banyak yang lupa," ungkap Megawati. "Banyak kaum perempuan yang lupa kalau saya presiden. Aneh."
Karena itu, Ketua Umum PDIP ini memiliki harapan besar jika kesuksesannya sebagai Presiden Indonesia dapat menjadi inspirasi dan motivasi yang besar bagi kaum wanita di Tanah Air. Terlebih, hingga saat ini ia masih melihat banyak perempuan yang terlihat enggan masuk ke ranah politik.[ljc]


