Saat Jokowi Minta Warga Natuna Berbesar Hati

Ridhmedia
04/02/20, 08:44 WIB

RIDHMEDIA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta warga Natuna, Kepulauan Riau berbesar hati soal lokasi observasi warga negara Indonesia (WNI) yang baru dievakuasi dari China. Jokowi menegaskan WNI yang kini berada di hanggar Lanud Raden Sadjad merupakan saudara sebangsa dan setanah air.
"Saya kira kita memerlukan kebesaran hati seluruh masyarakat Indonesia. Apa pun mereka adalah saudara-saudara kita," kata Jokowi di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020).

Jokowi menceritakan alasan pemilihan Natuna sebagai lokasi observasi WNI yang baru dijemput dari China. Jokowi bicara soal keperluan landasan dan tingkat kesiapan tim medis. Selain itu, Natuna juga dinilai sebagai pulau yang paling siap

"Tak semua pulau bisa dipakai. Kemudian juga kita mengukur tingkat kesiapan dari tim kesehatan yang ada di situ. Sehingga keputusan dari tim adalah di Natuna," ujarnya.

Jokowi mengatakan tak semua pulau bisa digunakan sebagai tempat observasi 238 WNI itu. Berbagai alternatif tempat pun sebelumnya juga telah disiapkan. Namun, hanya Natuna yang memenuhi syarat.

"Memang, kemarin ada beberapa alternatif, ada yang kemarin Morotai, misalnya, Biak, misalnya, karena apa. Kita memerlukan untuk turun, memerlukan landasan. Memerlukan runway sehingga pesawat bisa turun," ujarnya.

Eks Wali Kota Solo itu pun menjelaskan diperlukannya observasi kepada para WNI yang dievakuasi. Hal itu bukan lantaran mereka telah terpapar virus Corona (2019-nCoV).

"(Sebanyak) 243 itu adalah sehat. tetapi dalam protokol kesehatan itu diperlukan yang namanya tahapan-tahapan sebelum dikembalikan ke keluarga. Tahapan observasi sehingga betul-betul dinyatakan mereka clean, bersih, sehingga bisa kembali ke keluarganya masing-masing. Itu adalah protokol kesehatan yang harus kita ikuti," tutur Jokowi.

Jokowi pun berterima kasih kepada warga Natuna yang telah memberi lampu hijau. Jokowi mengatakan total 243 WNI dari Hubei dalam kondisi sehat. Namun, kata Jokowi, sejumlah protokol kesehatan tetap harus dilakukan.

"(Sebanyak) 243 itu adalah sehat. Tetapi dalam protokol kesehatan itu diperlukan yang namanya tahapan-tahapan sebelum dikembalikan ke keluarga. Tahapan observasi sehingga betul-betul dinyatakan mereka clean, bersih, sehingga bisa kembali ke keluarganya masing-masing. Itu adalah protokol kesehatan yang harus kita ikuti," sebut Jokowi.

Warga sebelumnya berdemo di kantor DPRD Natuna soal lokasi observasi WNI dari Wuhan Sejak Jumat (31/1) lalu hingga Senin, (3/2). Warga menuntut agar lokasi observasi 238 WNI dari Wuhan dipindahkan ke kapal perang.

"WNI dari Wuhan kami minta dipindahkan ke kapal perang dan diobservasi di lepas pantai. Ini rasa bentuk nasionalisme kami agar (lokasi observasi) jauh dari permukiman," ujar orator dalam demonstrasi di halaman kantor DPRD Natuna, Jl Yos Sudarso, Ranai, Senin (3/2).(dtk)
Komentar

Tampilkan

Terkini