RIDHMEDIA - Negara-negara Muslim diimbau Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad untuk tidak mudah terpecah belah diadu domba oleh kekuatan asing. Dikatakannya, negara asing lebih senang melihat sesama negara Muslim berperang satu sama lain supaya saling melemahkan.
Selain itu, Mahathir juga menyinggung soal ketergantungan negara-negara Muslim terhadap bantuan dari negara lain yang menjadi celah intervensi. Untuk itu dia meminta agar sengketa dan pertikaian di antara sesama negara Muslim melalui jalan negosiasi dan arbitrase ketimbang mengedepankan kekuatan otot.
"Selalu ada upaya campur tangan dari negara asing. Semua kekuatan besar ingin menggunakan pengaruhnya tanpa peduli bagaimana dampaknya terhadap negara kita. Namun, kita harus bisa melawan. Dan untuk bisa melawan, kita harus kuat dan mandiri," jelas Mahathir pada perhelatan Malaysia Muslim Summit di Kuala Lumpur, seperti dilansir Channel NewsAsia, Jumat (20/12/2019).
"Yang kita lihat saat ini adalah negara-negara Muslim terlalu ketergantungan terhadap bantuan uang, peralatan dan kehidupan kita dari negara lain. Untuk bisa mandiri, kita harus menahan pengaruh negara lain yang ingin melihat sesama negara Muslim bertikai supaya kita tidak bisa menjadi kuat," dia melanjutkan.
Disebutkan Mahathir, jika sesama negara Muslim mengedepankan kekerasan dan memicu perang, maka hal itu tidak menyelesaikan masalah dan hanya mendatangkan kehancuran dan kematian.
"Lebih baik kita bicara. Jika kalian menganggap sesama Muslim adalah saudara, maka lebih baik menyelesaikan masalah dengan sikap yang baik dan tidak mendahulukan emosi. Kita harus menolak kekerasan," Mahathir menegaskan.
Harapan Mahathir, kegiatan ini bisa menghasilkan kesepakatan dan kerja sama di antara negara-negara Muslim dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan usaha. [mc]
Selain itu, Mahathir juga menyinggung soal ketergantungan negara-negara Muslim terhadap bantuan dari negara lain yang menjadi celah intervensi. Untuk itu dia meminta agar sengketa dan pertikaian di antara sesama negara Muslim melalui jalan negosiasi dan arbitrase ketimbang mengedepankan kekuatan otot.
"Selalu ada upaya campur tangan dari negara asing. Semua kekuatan besar ingin menggunakan pengaruhnya tanpa peduli bagaimana dampaknya terhadap negara kita. Namun, kita harus bisa melawan. Dan untuk bisa melawan, kita harus kuat dan mandiri," jelas Mahathir pada perhelatan Malaysia Muslim Summit di Kuala Lumpur, seperti dilansir Channel NewsAsia, Jumat (20/12/2019).
"Yang kita lihat saat ini adalah negara-negara Muslim terlalu ketergantungan terhadap bantuan uang, peralatan dan kehidupan kita dari negara lain. Untuk bisa mandiri, kita harus menahan pengaruh negara lain yang ingin melihat sesama negara Muslim bertikai supaya kita tidak bisa menjadi kuat," dia melanjutkan.
Disebutkan Mahathir, jika sesama negara Muslim mengedepankan kekerasan dan memicu perang, maka hal itu tidak menyelesaikan masalah dan hanya mendatangkan kehancuran dan kematian.
"Lebih baik kita bicara. Jika kalian menganggap sesama Muslim adalah saudara, maka lebih baik menyelesaikan masalah dengan sikap yang baik dan tidak mendahulukan emosi. Kita harus menolak kekerasan," Mahathir menegaskan.
Harapan Mahathir, kegiatan ini bisa menghasilkan kesepakatan dan kerja sama di antara negara-negara Muslim dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan usaha. [mc]