Terus Bertambah, 64 Tentara AS Terluka Akibat Serangan Rudal Iran

Ridhmedia
31/01/20, 18:40 WIB

RIDHMEDIA - Jumlah tentara Amerika Serikat yang terluka akibat serangan rudal Iran di Irak terus bertambah.

Menurut data terbaru yang dirilis Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (31/1/2020), jumlah personel militer AS yang terluka akibat serangan rudal Iran beberapa waktu lalu, kini telah bertambah menjadi 64 orang.

Sebelumnya pada Rabu (29/1) waktu setempat, Pentagon melaporkan bahwa 50 tentara AS terluka dalam serangan rudal Iran di pangkalan militer Ain al-Asad di Irak yang menjadi markas pasukan AS.

Saat itu, juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Thomas Campbell mengatakan bahwa para personel militer AS itu didiagnosa mengalami cedera otak traumatis atau traumatic brain injury (TBI).

Campbell menyebutkan, dari 50 orang tersebut, sebanyak 31 orang dirawat di Irak dan telah kembali bertugas. Sedangkan 18 orang lainnya masih dirawat di Jerman. Seorang tentara AS lainnya dikirimkan ke Kuwait dan kini telah kembali bertugas.

Saat itu, Campbell mengatakan bahwa angka 50 korban luka tersebut masih bisa bertambah.

Sebelumnya pada Jumat (24/1) waktu setempat, militer AS menyatakan bahwa 34 tentara AS terluka dalam serangan rudal Iran ke pangkalan militer Ain al-Asad yang berada di Irak barat. Saat serangan rudal Iran yang terjadi pada 8 Januari itu, sebagian besar dari total 1.500 tentara AS yang ditempatkan di pangkalan militer itu, berlindung di bunker setelah mendapat peringatan mengenai serangan itu.

Awalnya, Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan bahwa tak ada personel militer AS yang terluka akibat serangan rudal Iran itu.

Diketahui bahwa Iran menembakkan rudal-rudal ke pangkalan militer di Irak yang menjadi basis pasukan AS sebagai balasan atas serangan drone AS di Baghdad, Irak yang menewaskan seorang jenderal Iran, Qasem Soleimani. [dt]
Komentar

Tampilkan

Terkini