Andai Benar Suporter Indonesia Diintimidasi, Malaysia Perlu Minta Maaf

Ridhmedia
21/11/19, 04:55 WIB
 bakal meminta penjelasan PSSI terkait kondisi suporter Indonesia di Malaysia yang disebut Andai Benar Suporter Indonesia Diintimidasi, Malaysia Harus Minta Maaf

Jakarta - Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, bakal meminta penjelasan PSSI terkait kondisi suporter Indonesia di Malaysia yang disebut-sebut mendapat intimidasi. kalau benar, Malaysia perlu minta maaf.


Usai laga Malaysia dan Indonesia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019), beredar video suporter Merah Putih diganggu oleh tuan rumah. Salah satunya pelemparan baut.


Akibat dari kericuhan itu, dikabarkan, suporter Indonesia enggak bisa langsung meninggalkan stadion. Barulah setelah situasi dikabarkan aman, suporter Indonesia bisa meninggalkan stadion.


Gatot bilang belum mendapat laporan tersebut. Ia bakal meminta penjelasan langsung dari PSSI. Kebetulan, mereka bakal pertemuan terkait Piala Dunia U-20 2020 di Kemenpora, Kamis (21/11/2019).


"Kami belum dapat laporan lengkap dari PSSI karna walau tadi malam kami komunikasi dengan PSSI mereka enggak menyampaikan masalah itu. Tapi yang jelas pasti bakal kami lihat lagi, besok sore bakal ada rapat, ada dua. jam 2 rapat dengan PSSI buat persiapan Piala Dunia, pada saat rapat itu bakal kami tanyakan tentang insiden di Kuala Lumpur. Kemudian yang kedua jam setengah empat itu kami ada rapat buat persiapan Piala Dunia Basket," kata Gatot di Media Center Kemenpora, Senayan, Rabu (20/11/2019).


"Bukannya saya enggak percaya dengan suporter ya. Tapi kami bakal tunggu dari pihak PSSI," dia menambahkan.


Gatot sekaligus menegaskan memungkinkan buat melaporkan kondisi tersebut seandainya itu benar terjadi.


"Kita (lihat) eskalasinya, karna waktu di GBK eskalasinya sangat masif sekali ibaratnya bikin kita malu. Tapi kita bakal lihat eskalasinya apakah itu sangat masif, bahwa sangat masif enggak menutup kemungkinan kami bakal menyampaikan protes dan kami bakal layangkan surat ke FIFA. Tapi bahwa insiden kecil-kecil ya kami lihat," dia menjelaskan.


"Tapi sebenarnya entah itu insiden kecil atau besar, itu harusnya dari pemerintah sana setidaknya menyampaikan surat lah (perminataan maaf)," ujarnya.


Gatot mencontohkan saat ada persoalan di Asian Games 2018 Jakarta. Saat itu, bendera Singapura terjatuh saat melakukan upacara penyerahan medali.


"Memang media enggak begitu banyak pemberitaan ya. Tapi kami buru-buru langsung kirim surat, saya masih ingat Bapak Imam (Nahrawi) kirim surat ke Menpora-nya Singapura, minta maaf. Nah, ini saya enggak tahu, apakah setelah kami mendapatkan laporan, perlu enggak kami protes ke Menpora dan menyampaikan protes ke FIFA," katanya.


"Tapi bahwa yang protes ke FIFA enggak perlu pemerintah. Itu urusan federasi. Tapi besok kami bakal tanya apakah PSSI bakal protes atau tidak, kita lihat kondisi besok siang. Ya, minimal permintaan maaf dan klarifikasi lah," dia menambahkan. [!]
Komentar

Tampilkan

Terkini